WASPADA! “Pornografi ternyata tidak hanya merusak kesehatan fisik,mental, dan sosial, tetapi juga dapat merusak (menciutkan) otak!”

Oleh : Ening N

Psikolog SMP-SMA

Temuan beberapa peneliti dan LSM tentang semakin meningkatnya seks bebas di kalangan remaja serta maraknya tayangan video mesum beberapa pasangan remaja di internet maupun ponsel, tampaknya patut membuat kita prihatin dan semakin mewaspadai serta membentengi anak-anak kita agar terhindar dari “air bah” pornografi yang kian melanda anak-anak remaja, termasuk para remaja sekolah. Betapa tidak, pornografi ternyata tidak hanya dapat merusak mental dan moral anak bahkan lebih jauh lagi dapat menciutkan otak.

Seperti dikupas dr. Donald L. Hilton, ahli bedah saraf di Rumah Sakit San Antonio, Amerika, dalam sebuah seminar pornografi di Jakarta, bahwa orang yang suka menonton, melihat, atau membawa film pornografi dianggap sebagai orang yang kecanduan. Nah, otak bagian depan orang yang kecanduan pornografi akan mengalami penyusutan. Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamin akan mengacaukan kerja neurotransmiter itu. Dopamin merupakan neurotransmiter yang memicu rasa senang, sedangkan neurotransmiter adalah bahan kimia otak yang menghantarkan pesan antar sel saraf. Pada orang yang kecanduan pornografi, dopamin diproduksi terus-menerus. Lama-kelamaan, produksinya terkuras sehingga akhirnya otak akan mengerut, terutama pada bagian yang mengontrol kesenangan. Jika itu terjadi, akan mempengaruhi pengendalian diri, kekuatan daya belajar, dan memori, sehingga kemampuannya akan menurun. “Rangkaian listriknya berjalannya lebih lambat,” ujar dr. Donald L. Hilton. Ia menegaskan bahwa kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berat daripada kecanduan kokain.

Menanggapi pernyataan Donald, Kepala Pusat Pemeliharaan dan Penanggulangan Kesehatan Intelegensia Departemen Kesehatan, dr. Joffizal Jannis, mengatakan bahwa bila terpapar pornografi, sel-sel otak yang mengatur perilaku seseorang akan terganggu. Jika ada kerusakan, penghantar pesan pun akan menjadi terganggu, sehingga kerusakan itu juga dapat menyebabkan gangguan tingkah laku. “Otak bisa mengecil hingga 5 %,” ujar dr. Joffizal. Lebih lanjut Joffizal memaparkan, otak merupakan pusat pengatur perilaku. Otak terdiri dari banyak sirkuit yang melibatkan beberapa area yang terbentuk dari proses belajar. Otak bagian depan merupakan tempat untuk membuat keputusan-keputusan penting, fungsinya menata emosi seseorang. Masa anak dan remaja merupakan masa yang penting dalam proses berkembangnya sirkuit otak sebagai faktor penentu kecerdasan. Ini tentu sangat berbahaya jika seorang anak-remaja terpapar pornografi. Efek jangka panjang kecanduan pornografi tak hanya mempengaruhi fungsi luhur otak, melainkan juga merangsang tubuh, fisik, emosi, dan menantang perilaku seksual, bahkan bisa menghambat hubungan seksual normal pada perkawinan nanti, ujar Joffizal. Bila meluas, gangguan perilaku dan kemampuan intelegensia itu akan memperburuk kemampuan, kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kelainan-kelainan organik dan fungsional akan menghambat adaptasi sosial serta gangguan fisik yang mempengaruhi struktur dan fungsi otak. Mereka bisa menjadi manusia asosial.

Menurut Joffizal, jika seseorang sudah kecanduan pornografi, harus segera dilakukan terapi. Mereka perlu diberikan motivasi yang kuat agar bisa terbebas dari materi-materi pornografi. Terapi juga harus dibarengi dengan upaya menjauhkan mereka dari materi pornografi. Situasi aman dengan menghambat akses pada pornografi, membentuk konselor, hingga memperkuat spiritualitas, adalah cara-cara yang dapat ditempuh agar sembuh dari kecanduan pornografi (Gatra, 12-18 Maret 2009).

Nah nah nah…, setelah tahu bahayanya pornografi masihkah kita tergoda untuk melihat, menonton film, atau mengakses situs-situs porno di internet? Mudah-mudahan tidak tentunya. Kita harus mensyukuri otak sebagai anugrah teragung tempat berfungsinya ‘aql’ kita , yang membuat kita bisa lebih mulia dari mahluk yang lainnya, bahkan dari para malaikat sekalipun. Namun, bila otak kita rusak akan rusak pula ‘aql’ kita dan bisa membuat derajat kita lebih rendah bahkan lebih rendah dari binatang. Untuk itu, selain untuk miras, narkoba, dan seks bebas, mari kita serukan: “SAY NO TO PORNOGRAPHY!”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: