MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK MELALUI POLA ASUH DALAM MEMBESARKAN ANAK

MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK MELALUI POLA ASUH DALAM MEMBESARKAN ANAK

Oleh : Elia Daryati R

Orang tua adalah lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak. Dimana hal ini akan menjadi dasar perkembangan anak berikutnya. Karenanya dibutuhkan pola asuh yang tepat agar anak tumbuh berkembang optimal. Citra diri senantiasa terkait dengan proses tumbuh kembang anak berdasarkan pola asuh dalam membesarkannya.

Ada 4 tipe pola asuh dalam membesarkan anak:

Yaitu : otoriter, permisif, otoritatif dan tak peduli.

OTORITER

Yang dilakukan orang tua:

–         memberikan tuntutan yang sangat tinggi terhadap kontrol dan disiplin kepada anak, tanpa memperlihatkan ekspresi cinta dan kehangatan yang nyata.

–         Menuntut anak untuk mengikuti standar yang ditentukan tanpa mengizinkan anak untuk mengungkapkan perasaannya.

–         Ingin anak mengikuti kehendaknya tanpa banyak bertanya.

–         Menutup diri dan menolak adanya diskusi.

Pengaruhnya pada anak:

–         takut memperlihatkan hasil karyanya, karena takut dikritik yang akan diterimanya.

–         Tidak memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

–         Tidak memiliki masalah dengan pergaulan kenakalan remaja.

–         Tapi memiliki pribadi yang kurang percaya diri, ketergantungan dengan orang tua tinggi, dan lebih mudah mengalami stress.

PERMISIF

Yang dilakukan orang tua:

–         Cenderung menghindari konflik dengan anak.

–         Membiarkan anak untuk melakukan apa pun yang diinginkan oleh anak

–         Tak memberikan batasan yang jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

–         Takut memberikan larangan karena dianggap terkesan tidak mencintai anak.

Pengaruhnya pada anak:

–         Merasa boleh berbuat sekehendak hatinya

–         Memiliki rasa kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi yang cukup besar.

–         Namun akan mudah terseret pada bentuk kenakalan remaja dan memiliki prestasi sekolah yang rendah. Anak tidak mengerti norma-norma social yang harus dipenuhinya.

–         Anak menjadi bingung, karena ia merasa tidak salah tetapi mendapat penilaian buruk dari orang lain akibat kurangnya pemahaman terhadap norma yang dimilikinya.

TAK PEDULI

Orang tua sama sekali tidak peduli terhadap anak. Otomatis, tak ada kontrol maupun disiplin terhadap anak. Tak heran jika besarnya nanti anak menjadi individu yang bermasalah.

OTORITATIF

Yang dilakukan orang tua:

–         Memberi kontrol terhadap anak dalam batas-batas tertentu, dengan tetap memberikan dukungan, kehangatan dan cinta kepada anak.

–         Memonitor dan menjelaskan standar dengan tetap memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi.

–         Menghargai prestasi yang telah dicapai anak, sekecil apa pun yang telah diperlihatkan oleh anak.

Pengaruhnya pada anak:

–         Merasa bahwa dia dihargai

–         Dapat berdiskusi dengan leluasa dengan orang tua tanpa takuit dikritik atau disalahkan.

–         Merasa bebas mengungkapkan kesulitannya, kegelisahannya kepada orang tua karena ia tahu bahwa orang tua akan membantu memberikan jalan keluar tanpa mendiktenya.

–         Tumbuh menjadi individu yang mampu mengontrol dirinya sendiri, betanggung jawab dan mampu bekerjasama dengan orang lain.

MENGAPA ANAK MENJADI BERPERILAKU ANTISOSIAL ?

Umumnya berasal dari keluarga yang tidak memiliki konsep dalam membesarkan anak. Kita akan mencoba mengintrospeksi diri, pada pola asuh yang membuat anak menjadi nakal, antara lain:

–         tidak mengajarkan norma ataupun memberikan contoh yang baik pada anak. Anak akan mudah berbohong, membangkan atau curang.

–         Menetapkan target yang terlalu tinggi; ingin anaknya serba sempurna dalam segala bidang, akibatnya anak menjadi tertekan dan frustrasi. Hingga sewaktu-waktu ia akan berontak, bisa berupa menjadi pendiam atau malah pemarah, pendendam, pemarah, suka membangkang, atau temper tantrum.

–         Serba membolehkan keinginan anak, sehingga anak tidak belajar memegang kendali dan selalu menuntut keinginannya terpenuhi dan pembangkang.

–         Tidak konsisten, kadang permisif, kadang otoriter atau kadang membiarkan.

HAL-HAL YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK

  1. Harus disertai kasih sayang
  2. Tanamkan disiplin yang membangun
  3. Luangkan waktu kebersamaan dengan keluarga
  4. Ajarkan salah benar
  5. Kembangkan sikap saling menghargai
  6. Perhatikan dan dengarkan pendapat anak
  7. Membantu mengatasi masalah
  8. Melatih anak mengenal diri sendiri dan lingkungnan
  9. Mengembangkan kemandirian
  10. Memahami keterbatasan pada anak
  11. Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: