HIKMAH SECARA PSIKOLOGIS DALAM CARA PENGAJARAN RASULULLAH PADA ANAK

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah

membuat perumpamaan kalimat yang baik

seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan

cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu

memberikan buahnya pada setiap musim

dengan seizin Tuhannya. Allah membuat

perumpamaan-perumpamaan itu untuk

manusia supaya mereka ingat. (QS. 14; 24-25)

Memiliki anak yang shaleh, dapat diibaratkan seperti memiliki pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, dimana  ia memberikan buahnya pada setiap musim dengan izinNya. Mengapa? Karena anak yang shaleh, tentulah memiliki integritas spritual, intelektual dan moral, yang dengannya ia menghasilkan karya-karya yang berguna, bukan saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang tuanya dan masyarakat sekitarnya. Dan setiap anak pada dasarnya memiliki potensi menjadi anak yang shaleh, seperti sebuah pohon yang dapat dipanen dan berbuah setiap musim.

Apabila dilihat dari cara rujukan pengajaran Rasulullah dalam mendidik anak, terbagi dalam 4 termin :

  1. Masa Memilih Pasangan
  2. Masa Prenatal
  3. Masa Bayi dan  Anak
  4. Masa Aqil Balig
  1. Masa Memilih Pasangan

Dalam memilih pasangan. Untuk mencari atau memilih pasangan hendaknya yang paling diutamakan adalah akhlaknya. Sesuatu di luar itu adalah asesoris yang sifatnya duniawi dan sangat fana. Semua yang fana pada akhirnya akan mengalami kerusakan.

Barangsiapa yang telah dianugrahi Allah dengan istri yang saleh, maka Allah memberikan jaminan untuknya setengah dari agamanya. Karena itu biarkanlah ia memperhatikan Allah dengan setengahnya yang lain (HR. Bukhari dan Muslim)

Janganlah kamu menikahi perempuan karena kecantikan mereka, sebab kecantikan mereka mungkin berbuah menjadi sesuatu yang merusak mereka. Atau karena kekayaan, sebab kekayaan ini dapat menjadikan mereka sombong. Tetapi nikahilah perempuan itu karena keteguhannya dalam memegang agama. (HR. Ibn Hamid)

Tentu saja hadist ini dimaksudkan bukan hanya untuk laki-laki tetapi juga diperuntukan untuk perempuan untuk mendapatkan laki-alaki saleh. Karena suami yang saleh akan menuntunnya untuk hidup atas dasar ajaranNya. Islam telah memberikan seperangkat pedoman yang membantu, bagaimana agar perkawinan menjadi sakinah, mawaddah dan rahmah.

Seorang perempuan dinikahi (salah satu dari) empat alasan; kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pastikan kamu menikahinya dengan alasan agama. Jika tidak tanganmu pasti akan tertutup debu kesengsaraan.

(HR> Bukhari Muslim).

Begitu kuatnya Islam menjaga, mensucikan dan melindungi keluarga, karena sistem soaial dan peradaban Islam yang hendak dibangunnya, didasarkan pada sistem keluarga tersebut. Jika keluarga rapuh maka sosial peradaban Islam pun rapun. Sebaliknya bila keluarga kuat maka peradaban dan sistem Islam menjadi kuat dan kokoh.

  1. Masa Prenatal

Merupakan masa dalam kandungan seorang ibu. Dimulai pada saat pembuahan sampai dilahirkan. Benih dan iklim yang baik selama dalam kandungan sangat memiliki kaitan erat dengan kepribadian seorang anak. Kompetensi emosi, intelektual dan spiritual seorang anak dapat dibentuk sejak masa kehamilan.

Dalam penelitian terakhir disebutkan bahwa pada usia anak 4 bulan dalam kandungan, anak sudah dapat menengar apa yang terjadi di luar dinding perut ibunya. Dengan demikian stimulasi yang dapat meningkatkan potensi kebaikan pada anak dapat dioptimalkan.

Bahkan Rasulullah memberikan panduan lengkap. Bagaimana adab-adab pembuahan itu dilakukan. Kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya ketika mengandung, seperti membaca Al-Quran dengan maknanya., Mengajak bicara pada bayi ketika sedang mengandung, dan menjaga perbuatan, perkataan dan sikap tercela, dsb.

Fase-fase Perkembangan Janin

Q.S. Al-Haj:5

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan dari kubur, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan Kkamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudia berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan ada pula diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, agar dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulu telah diketahuinya.”

“Dan sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Jami jadikan dia mahluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS.Al-Mukminun:12-14)

“Sesungguhnya salah seorang diantara kamu sekalian bertempat di dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai air amani, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari juga. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat, lalu diperintahkan untuk menulis empat perkara; tentang rizkinya, ajalnya, kesengsaraannya, ataupun kebahagiannya.Setelah itu barulah malaikat meniupkan ruh kepada mahluk manusia itu.” (HR. Bukhari).

Tahapan perkembangan janin:

  1. Nutfah : dari masa konsepsi sampai dengan 40 hari
  2. Alaqah
  3. Mudhghah

Dari tinjauan kedokteran diperoleh bahwa perkembangan manusia pun terdiri dari 3 fase:

  1. Periode ovum
  2. Periode embrio
  3. Periode Janin

Ada empat aspek dasar yang sangat menentukan yang diperbuat ibu dan ayah bagi perkembangan janin, dan tentunya juga ketika telah terlahir ke dunia:

  1. Aspek fisik dan material, sesuatu yang berkenaan dengan menjaga kesehatan fisik, makanan dan gizi.
  2. Aspek moral, yakni pengaruh moralitas orangtua, terutama ibu, yang sangat menentukan bagi pembentukan moralitas bayi
  3. Aspek intelektual ibu, yang sangat menentukan bagi intelektual anak.
  4. Aspek spiritual, seperti ibadah yang dilakukan ibu, yang sangat menentukan bagi spiritualitas bayi.

Penelitian mutahir menunjukan bahwa keadaan fisik serta emosi seorang ibu dan sebagai akibat lingkungan pranatal yang diberikannya, mempunyai pengaruh penting dalam arah perkembangan janin serta kesehatan dan kemampuan penyesuaian diri anak.

Kalau demikian siapa yang harus menjadi guru dalam pendidikan pra lahir?

Tentu saja IBUnya. Ibu adalah guru yang utama dari seorang bayi.

Sekali waktu seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Siapakah orang yang harus paling aku hormati?” Rasulullah bersabda: “ibumu.” Sahabat tersebut mengulang pertanyaan yang sama seolah ragu dengan jawaban Rasulullah. Tetapi jawabannya sama, diulang sampai tiga kali; siapa lagi? Lalu Rasulullah saw., menjawab: Ayahmu”.

Rahasia apa yang sebenarnya terkandung dalam pernyataan Rasulullah tersebut. Hal ini menunjukan bahwa peran ibu tidak tergantikan oleh pihak manapun juga, dalam pemberian proses pembelajaran kepada anaknya, ketika anak-anak tersebut masih berwujud janin. Karena itulah kenapa surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Sebutan ibu yang pertama berkaitan dengan transmisi spiritual seorang ibu pada anaknya.

Sebutan ibu yang kedua berkaitan dengan transmisi intelektual ibu pada anaknya.

Sebutan ibu yang ketiga berkaitan dengan tranmisi ahlaq ibu kepada anaknya.

Sebutan ayah yang keempat, berkaitan dengan tanggung jawab materil dan nafkah. Apakah yang diberikan adalah nafkah yang halal dan baik.

3.Masa Bayi-Anak

Bayi ketika dilahirkan berumur sekitar 36 s/d 40 minggu, dengan panjang sekitar 20-21 inci dan berat sekitar 3kg. Pada saat  lahirbayi  sudah tidak terikat lagi  dengan plasenta yang menghubungkan antara dirinya dengan ibunya. Dalam salahn satu teori psikologi 0tto Rank, menggambarkan kelahiran bayi sebagai suatu penghayatan yang dramatis. Putusnya tali pusat bayi tidak berarti putus secara biologis, akan tetapi putus pula secara psikologis; Dan jeritan tangisnya menandakan hal ini.

Suara azan dan iqamah yang didengar diyakini mampu menghilangkan kecemasan pada anak yang baru lahir sehingga secara psikologis mampu menenangkannya.

Hikmah dibalik azan dan iqamat:

  1. Diharapkan agar suara yang pertamakalididengar oleh seorang bayi yang baru lahir adalah kalimat yang mengagungkan Allah swt.
  2. Agar bayi terhindar dari tipu daya syetan yang mulai menggoda pada saat bayi lahir
  3. Melalui kalimat yang mengandung ajakan menuju kebaikan membantu penanaman syiar Islam sedini mungkin ke dalam jiwa anak, yang berpengaruh positif meskipun belum mengerti.

Adanya rangsangan sensorik yang diberikan kepada bayi sangat bermanfaat bagi optimalisasi fungsi saraf. Cortex, yakni lapisan tebal yang membentuk permukaan luar otak, terdiri dari beribu-ribu sel saraf yang dapat menerima impuls-impuls listrik. Bagian kortex telah memiliki fungsi-fungsi tertentu bahkan  mulai saat anak dilahirkan. Apabila diibaratkan komputer, cortex dari otak anak perlu diberi program sebelum dapat bekerja secsara efektif. Anak memperoleh program pada otaknya dari berbagai rangsangan sensorik yang berasal dari panca indra.

Hal lainnya yang harus diberikan kepada bayi:

  • Memberikan nama

Bagi bayi, nama yang diberikan secara psikologis akan melekat terus sepanjang hayatnya dan berpengaruh pada kepribadiannya. Nama hendaknya mengandung arti yang berdampak psikologis yang positif.

“ Pada hari kiamat, kamu semua akan dipanggil sesuai dengan nama-namamu dan nama-nama orang tuamu. Oleh karena itu, perbaikilah namanu.”

(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud)

  • Mencukur rambut

“Setiap anak digadaikan dengan akikahnya. Pada hatri ketujuh disembelih(Akikah) untuknya, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. Abu Daud)

  • Menyusui

“Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan`

Dalam ASI dikandung sarat dengan protein, vitamin, dan berbagai zat penting lainnya, yang sangat bermafaat bagi tumbuh kembangnya sel otak. Kegiatan menyusu juga akan membuat adanya keterikan fisik dan psikologis. Dan kualitas keterikatan yang dibentuk sangat ditentukan oleh cara ibu menyusui bayinya. Kontak fisik berupa pelukan, belaian, dan stimulasi kontak mata yang dilakukan ibu terhadap bayi yang menyusu akan meningkatkan reaksi psikomotorik anak disamping akan mengajarkan anak untuk melakukan kontak mata dan penyesuaian sosial terhadap orang-orang terdekatnya.

Inti pembelajaran pada anak salah satunya adalah:

HR. Al.Hakim;

“Hak seorang anak atas orang tuanya adalah: Orangtua hendaklah memberi nama yang   baik, memperbaiki ahlaknya, mengajari menulis, berenang dan memanah. Orangtua juga hendaknya tidak memberi (makan) pada anaknya kecuali dari rizki yang halal, dan menikahkan ketika sang anak sudah menginjak dewasa (baligh).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: