Cerita Seputar UASBN dan US Kelas 6 Tahun Pelajaran 2008/2009

Cerita Seputar UASBN dan US Kelas 6 Tahun Pelajaran 2008/2009

Oleh : Maryam ( Koordinator  guru)

Alhamdulillah pelaksanaan UASBN yang berlangsung dari tanggal 11-13 Mei 2009 telah berjalan dengan lancar. Kegiatan ujian diikuti anak-anak dengan baik, hanya ada satu peserta ujian yang tidak bisa mengikutinya, yaitu Zahra Dhia Imtinan. Ia tidak bisa mengikuti ujian hari pertama untuk pelajaran bahasa Indonesia. Zahra harus mengikuti ujian susulan pada hari Senin, 18 Mei 2009 di SD Andir Kidul, sub rayon tempat SD MutiaraBunda menginduk. Ada juga mungkin yang tegang ketika ujian, hingga sakit perut dan muntah. UASBN kali ini diawasi oleh guru-guru dari sekolah lain. Satu hal yang menarik dari beberapa cerita anak-anak yang telah keluar ruangan adalah mereka bosan menunggu waktu selesai. Untungnya mereka diperbolehkan oleh pengawas untuk menggambar. Ada juga anak yang mengeluh karena pengawasnya “ngobrol” dengan pengawas lain. “Itukan mengganggu konsentrasi bu”, keluhnya. Tetapi ada juga anak yang malah senang ketika diajak ngobrol dengan pengawas ketika ujian tengah berlangsung.  “Jadi nggak bosen bu”, katanya.

Sebetulnya, para pengawas sudah mendapat pengarahan untuk tidak berbicara bahkan ngobrol dengan pengawas lain ketika ujian berlangsung.

Lain lagi cerita “seru” dari para guru SD Mutiara Bunda yang mengawas ujian di sekolah lain. Mereka mengatakan bahwa sebelum ujian dimulai, para pengawas mendapat pengarahan dari pihak penyelenggara. Salah satu pesannya  adalah para pengawas tidak perlu terlalu idealis melaksanakan prosedur dan peraturan pengawasan. Karena kasihan dengan anak-anak yang dikhawatirkan akan stress karena beban ujian berat. “Jika mereka sedikit mencontek, tidak apa-apa” kata wakil dari penyelenggara ujian tersebut. Kita semua prihatin dengan keadaan ini. Bisa diperkirakan efek akhir yang dilakukan akibat kebijakan tersebut bagi perkembangan karakter anak-anak itu nantinya. Bisa dimengerti jika karakter bangsa Kita seperti sekarang ini; mungkin salah satunya akibat dari kebijakan  yang salah dari pihak sekolah.

Setelah selesai UASBN para siswa kelas 6 langsung mengikuti US dari tanggal 14—16 Mei. Para pengawas ujiannya adalah guru-guru dari SD Mutiara Bunda sendiri. Alhamdulillah secara umum kegiatan US berjalan dengan lancar dan aman. Mereka diberi kesempatan untuk menggambar setelah selesai mengerjakan soal, menghindari ngobrol dengan siswa lainnya. Beberapa anak terlihat semakin kurang bersemangat, terlihat dari wajah dan geraknya. “Capek bu, harus bangun lebih pagi”, komentar seorang siswa. Bahkan ada yang sakit ketika mengikuti US. Oleh karena itu buat sakit, Jung dan Cia,  akan mengikuti US susulan.

Satu hal yang menjadi catatan penting adalah kejujuran anak-anak yang tidak luntur ketika menyelesaikan soal. Tidak ada laporan yang mengatakan para siswa saling memberikan contekan atau menanyakan jawaban kepada teman sebelahnya. Bahkan ada laporan pada saat Pra UASBN, seorang pengawas memberikan jawaban kepada seorang siswa, tetapi tidak dilakukannya. Ia hanya pura-pura mengikuti petunjuk pengawas tersebut. Setelah itu ia menghapus dan mengembalikan jawabannya seperti sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: