Antara Syukur dan Sabar

Oleh : Heni Rianty

Alhamdulillah, pada tanggal 14 Mei 2009 guru-guru dan staff TK Mutiara Bunda  dapat bershilaturahim kembali di acara Holaqoh yang merupakan salah satu kegiatan rutin dari program keagamaan guru dan staff. Pemateri pada acara tersebut yaitu Anas Malik Nasrulloh,S.IP yang merupakan trainer muda dan Direktur Eksekutif dari lembaga LIFECENTER INDONESIA.

Dalam mengarungi hidup, kita sering menghadapi persoalan, baik yang kecil maupun yang besar. Sesungguhnya, persoalan mendasar dari masalah hidup itu adalah cara kita memandang problematika hidup. Islam dengan segala ajarannya yang luhur sudah mengajarkan kita dua hal yaitu syukur dan sabar.

Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim).

Menggunakan semua anugerah yang Allah Swt berikan pada kita sesuai dengan kehendak-Nya.Itulah makna syukur yang sebenarnya. Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita menggunakan anugerah(potensi) tersebut sesuai dengan aturan yang Allah Swt tetapkan ?

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7).

Sabar erat hubungannya dengan standar kepemilikan. Kalau dalam diri ada rasa memiliki yang tinggi terhadap sesuatu maka akan sulit muncul sikap sabar. Oleh karenanya supaya dapat sabar maka harus menyadari bahwa semua yang ada adalah milik Allah Swt,termasuk apa yang terjadi pada diri,harta, jabatan bahkan keluarga kita.

Sabar yang terbaik adalah, saat kesusahan itu tiba dan menghenyakkan batin serta perasaannya, ia langsung menyikapinya dengan sabar.  Dalam sebuah kisah Rasulullah menyuruh seorang ibu u/ bersabar atas kematian anaknya dimana ia meraung dan menangis menjerit. Namun ia malah berkata, “Engkau tidak mengerti kepedihanku“. Kemudian Rasulullah pergi. Dan salah seorang sahabat menegur ibu tsbt, ‘’Tahukah kau siapa yang barusan memberikanmu nasihat? Ia adalah Rasulullah’’. Kemudian ibu tsbt pergi mengejar Rasulullah dan mengatakan,’’Ya Rasulullah aku sabar, aku ridho’’. Tapi Rasulullah mengatakan,’’Sabar itu adalah pada benturan yang pertama’’.
‘’Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah melainkan ia mengucapkan Innalillahi wa inna illaihiroojiún’’(H.R. Muslim)

Sehingga seorang yang beriman pada Allah Swt tidak akan takut/khawatir bila diuji dengan kekurangan atau kehilangan sesuatu karena semua yang terjadi adalah qudrat dan iradat Allah Swt. Ujian yang Allah Swt berikan menjadi jalan mengenal Allah Swt.

Di akhir acara pemateri menyampaikan motto hidupnya yaitu :

“Jangan takut dengan satu kekurangan karena Allah telah mengganti dengan sejuta kelebihan”

Semoga kajian tersebut menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita untuk mensikapi hidup dengan benar. Wallahualam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: