MENGHADAPI UJIAN NASIONAL (UN) & UJIAN SEKOLAH SISWA-SISWI SMP MUTIARA BUNDA

Juni 12, 2009

Mencermati dan memperhatikan pendidikan di Indonesia, muncul suatu permasalahan menyangkut standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP atau SMA. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar mengajar, tetapi cukup ditentukan oleh standar Ujian Nasional (UN) dengan beberapa materi pelajaran saja. Sebenarnya , ini merupakan suatu hal kurang tepat (logis) untuk menilai kemampuan seseorang hanya dari satu aspek, sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yang membimbing, yaitu peran guru tersebut. Hal ini juga menimbulkan permasalahan lain yaitu dikarenakan ketakutan dari berbagai pihak, sehingga mengenyampingkan nilai kejujuran pada saat pelaksaan UN. Namun hingga saat ini, sistem Ujian Berstandar Nasional seperti ini masih merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap sekolah dalam menentukan kelulusan siswa mereka.

Ujian Nasional (UN) bagi siswa-siswi SMP Mutiara Bunda telah dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 30 April 2009. Ujian Nasional merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus dilalui oleh para siswa. Ada empat mata pelajaran yang harus dilalui melalui Ujian Nasional yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pastinya semua siswa sudah mempersiapkan dengan baik akan datangnya Ujian Nasional tersebut dengan berbagai les ataupun mengikuti beberapa tryout. Berbagai strategi juga dilakukan oleh pihak sekolah demi tercapainya kelulusan siswa dengan hasil yang memuaskan. Diantaranya yaitu memberikan waktu tambahan belajar untuk mata pelajaran yang di-UN kan, mengadakan berbagai try out dan juga mengadakan latihan Pra-UN sebagai gambaran awal pencapaian para siswa.  Momentum UN merupakan saat-saat yang menegangkan bagi para siswa. Ini merupakan momen penentuan masa depan mereka. Oleh karenanya, dukungan dan doa dari para orang tua dan guru tidak pernah lepas demi menghantarkan para siswa menghadapi UN kali ini. Alhamdulillah, pelaksanaan UN dapat dilalui dengan baik dan lancar. Para siswa kini tengah berdebar-debar menanti hasilnya.

Setelah UN dilalui, para siswa masih harus menghadapi ujian yang lain, yaitu Ujian Sekolah untuk beberapa materi pelajaran yang tidak di-UN kan seperti pendidikan agama, pendidikan kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), teknologi informasi, seni budaya, dan Budaya Jawa Barat. Para siswa dengan gigih berusaha memberikan dan menunjukkan hasil terbaik mereka. Kami semua, para orangtua dan guru mendoakan kalian.

Semoga kalian SUKSES MENCAPAI KELULUSAN 100%!

BERDOALAH DAN TERUS BERUSAHA!

SEMANGAT!

Oleh : Yuli Ristianti, S.P.


Kegiatan Prestasi Non Ekskul Perkusi Mutiara Bunda (PERKUMBA) SMP Mutiara Bunda

Juni 12, 2009

Kegiatan  diluar sekolah yang dimulai pada tanggal 20 april 2009 setiap hari senin dan selasa pada pukul 15.30 sampai dengan 17.00  yang diikuti oleh siswa siswi kelas 7 dan 8 berjalan cukup lancar. Kegiatan ini diadakan sebagai wadah para siswa untuk menyalurkan hobi dan menggali potensi dan mengembangkan talenta dalam bermusik,  khususnya perkusi.  Selain itu diadakan atas dasar memenuhi keperluan untuk event khusus seperti open house dan undangan acara khusus keluar.

Pada awal dibentuk kegiatan ini bernama ‘M Bee Percussion’ dan untuk lebih akrab lagi para peserta mengusulkan beberapa nama dan akhirnya muncul nama baru ‘Perkumba’.

Peserta perkumba 20  siswa yang merupakan hasil  audisi yang diadakan sebelumnya. Adapun nama peserta sebagai berikut ;

Latihan  rutin telah dlakukan sesuai rencana  jadwal yang ditentukan. Sebelum kegiatan dimulai siswa melaksanakan shalat ashar dan pelatih nya sebagai imam. Hal ini agar mereka tidak llupa melakukan kewajibannya.

Setelah 4 kali pertemuan dan satu kompisisi karya tercipta, kesempatan  tampil di pembukaan acara pun dipergunakan dengan baik. Pada tanggal 13 mei 2009 pada hari Rabu bertempat di Graha Kompas Gramedia jalan Riau dalam acara Liga ISO V  – 2009 ‘Sharing  Knowledge’. mereka  sukses menampilkan  satu karya berjudul ’The Master’ karya tersebut diberinama oleh mereka dari suara terbanyak.


WASPADA! “Pornografi ternyata tidak hanya merusak kesehatan fisik,mental, dan sosial, tetapi juga dapat merusak (menciutkan) otak!”

Juni 12, 2009

Oleh : Ening N

Psikolog SMP-SMA

Temuan beberapa peneliti dan LSM tentang semakin meningkatnya seks bebas di kalangan remaja serta maraknya tayangan video mesum beberapa pasangan remaja di internet maupun ponsel, tampaknya patut membuat kita prihatin dan semakin mewaspadai serta membentengi anak-anak kita agar terhindar dari “air bah” pornografi yang kian melanda anak-anak remaja, termasuk para remaja sekolah. Betapa tidak, pornografi ternyata tidak hanya dapat merusak mental dan moral anak bahkan lebih jauh lagi dapat menciutkan otak.

Seperti dikupas dr. Donald L. Hilton, ahli bedah saraf di Rumah Sakit San Antonio, Amerika, dalam sebuah seminar pornografi di Jakarta, bahwa orang yang suka menonton, melihat, atau membawa film pornografi dianggap sebagai orang yang kecanduan. Nah, otak bagian depan orang yang kecanduan pornografi akan mengalami penyusutan. Penyusutan sel otak yang memproduksi dopamin akan mengacaukan kerja neurotransmiter itu. Dopamin merupakan neurotransmiter yang memicu rasa senang, sedangkan neurotransmiter adalah bahan kimia otak yang menghantarkan pesan antar sel saraf. Pada orang yang kecanduan pornografi, dopamin diproduksi terus-menerus. Lama-kelamaan, produksinya terkuras sehingga akhirnya otak akan mengerut, terutama pada bagian yang mengontrol kesenangan. Jika itu terjadi, akan mempengaruhi pengendalian diri, kekuatan daya belajar, dan memori, sehingga kemampuannya akan menurun. “Rangkaian listriknya berjalannya lebih lambat,” ujar dr. Donald L. Hilton. Ia menegaskan bahwa kerusakan otak akibat kecanduan pornografi lebih berat daripada kecanduan kokain.

Menanggapi pernyataan Donald, Kepala Pusat Pemeliharaan dan Penanggulangan Kesehatan Intelegensia Departemen Kesehatan, dr. Joffizal Jannis, mengatakan bahwa bila terpapar pornografi, sel-sel otak yang mengatur perilaku seseorang akan terganggu. Jika ada kerusakan, penghantar pesan pun akan menjadi terganggu, sehingga kerusakan itu juga dapat menyebabkan gangguan tingkah laku. “Otak bisa mengecil hingga 5 %,” ujar dr. Joffizal. Lebih lanjut Joffizal memaparkan, otak merupakan pusat pengatur perilaku. Otak terdiri dari banyak sirkuit yang melibatkan beberapa area yang terbentuk dari proses belajar. Otak bagian depan merupakan tempat untuk membuat keputusan-keputusan penting, fungsinya menata emosi seseorang. Masa anak dan remaja merupakan masa yang penting dalam proses berkembangnya sirkuit otak sebagai faktor penentu kecerdasan. Ini tentu sangat berbahaya jika seorang anak-remaja terpapar pornografi. Efek jangka panjang kecanduan pornografi tak hanya mempengaruhi fungsi luhur otak, melainkan juga merangsang tubuh, fisik, emosi, dan menantang perilaku seksual, bahkan bisa menghambat hubungan seksual normal pada perkawinan nanti, ujar Joffizal. Bila meluas, gangguan perilaku dan kemampuan intelegensia itu akan memperburuk kemampuan, kesehatan fisik, mental, dan sosial. Kelainan-kelainan organik dan fungsional akan menghambat adaptasi sosial serta gangguan fisik yang mempengaruhi struktur dan fungsi otak. Mereka bisa menjadi manusia asosial.

Menurut Joffizal, jika seseorang sudah kecanduan pornografi, harus segera dilakukan terapi. Mereka perlu diberikan motivasi yang kuat agar bisa terbebas dari materi-materi pornografi. Terapi juga harus dibarengi dengan upaya menjauhkan mereka dari materi pornografi. Situasi aman dengan menghambat akses pada pornografi, membentuk konselor, hingga memperkuat spiritualitas, adalah cara-cara yang dapat ditempuh agar sembuh dari kecanduan pornografi (Gatra, 12-18 Maret 2009).

Nah nah nah…, setelah tahu bahayanya pornografi masihkah kita tergoda untuk melihat, menonton film, atau mengakses situs-situs porno di internet? Mudah-mudahan tidak tentunya. Kita harus mensyukuri otak sebagai anugrah teragung tempat berfungsinya ‘aql’ kita , yang membuat kita bisa lebih mulia dari mahluk yang lainnya, bahkan dari para malaikat sekalipun. Namun, bila otak kita rusak akan rusak pula ‘aql’ kita dan bisa membuat derajat kita lebih rendah bahkan lebih rendah dari binatang. Untuk itu, selain untuk miras, narkoba, dan seks bebas, mari kita serukan: “SAY NO TO PORNOGRAPHY!”.


Antara Syukur dan Sabar

Juni 12, 2009

Oleh : Heni Rianty

Alhamdulillah, pada tanggal 14 Mei 2009 guru-guru dan staff TK Mutiara Bunda  dapat bershilaturahim kembali di acara Holaqoh yang merupakan salah satu kegiatan rutin dari program keagamaan guru dan staff. Pemateri pada acara tersebut yaitu Anas Malik Nasrulloh,S.IP yang merupakan trainer muda dan Direktur Eksekutif dari lembaga LIFECENTER INDONESIA.

Dalam mengarungi hidup, kita sering menghadapi persoalan, baik yang kecil maupun yang besar. Sesungguhnya, persoalan mendasar dari masalah hidup itu adalah cara kita memandang problematika hidup. Islam dengan segala ajarannya yang luhur sudah mengajarkan kita dua hal yaitu syukur dan sabar.

Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim).

Menggunakan semua anugerah yang Allah Swt berikan pada kita sesuai dengan kehendak-Nya.Itulah makna syukur yang sebenarnya. Pertanyaannya, sudah sejauh mana kita menggunakan anugerah(potensi) tersebut sesuai dengan aturan yang Allah Swt tetapkan ?

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. (Al Quran, Ibrahim, 14:7).

Sabar erat hubungannya dengan standar kepemilikan. Kalau dalam diri ada rasa memiliki yang tinggi terhadap sesuatu maka akan sulit muncul sikap sabar. Oleh karenanya supaya dapat sabar maka harus menyadari bahwa semua yang ada adalah milik Allah Swt,termasuk apa yang terjadi pada diri,harta, jabatan bahkan keluarga kita.

Sabar yang terbaik adalah, saat kesusahan itu tiba dan menghenyakkan batin serta perasaannya, ia langsung menyikapinya dengan sabar.  Dalam sebuah kisah Rasulullah menyuruh seorang ibu u/ bersabar atas kematian anaknya dimana ia meraung dan menangis menjerit. Namun ia malah berkata, “Engkau tidak mengerti kepedihanku“. Kemudian Rasulullah pergi. Dan salah seorang sahabat menegur ibu tsbt, ‘’Tahukah kau siapa yang barusan memberikanmu nasihat? Ia adalah Rasulullah’’. Kemudian ibu tsbt pergi mengejar Rasulullah dan mengatakan,’’Ya Rasulullah aku sabar, aku ridho’’. Tapi Rasulullah mengatakan,’’Sabar itu adalah pada benturan yang pertama’’.
‘’Tidaklah seorang hamba yang ditimpa musibah melainkan ia mengucapkan Innalillahi wa inna illaihiroojiún’’(H.R. Muslim)

Sehingga seorang yang beriman pada Allah Swt tidak akan takut/khawatir bila diuji dengan kekurangan atau kehilangan sesuatu karena semua yang terjadi adalah qudrat dan iradat Allah Swt. Ujian yang Allah Swt berikan menjadi jalan mengenal Allah Swt.

Di akhir acara pemateri menyampaikan motto hidupnya yaitu :

“Jangan takut dengan satu kekurangan karena Allah telah mengganti dengan sejuta kelebihan”

Semoga kajian tersebut menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita untuk mensikapi hidup dengan benar. Wallahualam bishowab.


HIKMAH SECARA PSIKOLOGIS DALAM CARA PENGAJARAN RASULULLAH PADA ANAK

Juni 12, 2009

“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah

membuat perumpamaan kalimat yang baik

seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan

cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu

memberikan buahnya pada setiap musim

dengan seizin Tuhannya. Allah membuat

perumpamaan-perumpamaan itu untuk

manusia supaya mereka ingat. (QS. 14; 24-25)

Memiliki anak yang shaleh, dapat diibaratkan seperti memiliki pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, dimana  ia memberikan buahnya pada setiap musim dengan izinNya. Mengapa? Karena anak yang shaleh, tentulah memiliki integritas spritual, intelektual dan moral, yang dengannya ia menghasilkan karya-karya yang berguna, bukan saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang tuanya dan masyarakat sekitarnya. Dan setiap anak pada dasarnya memiliki potensi menjadi anak yang shaleh, seperti sebuah pohon yang dapat dipanen dan berbuah setiap musim.

Apabila dilihat dari cara rujukan pengajaran Rasulullah dalam mendidik anak, terbagi dalam 4 termin :

  1. Masa Memilih Pasangan
  2. Masa Prenatal
  3. Masa Bayi dan  Anak
  4. Masa Aqil Balig
  1. Masa Memilih Pasangan

Dalam memilih pasangan. Untuk mencari atau memilih pasangan hendaknya yang paling diutamakan adalah akhlaknya. Sesuatu di luar itu adalah asesoris yang sifatnya duniawi dan sangat fana. Semua yang fana pada akhirnya akan mengalami kerusakan.

Barangsiapa yang telah dianugrahi Allah dengan istri yang saleh, maka Allah memberikan jaminan untuknya setengah dari agamanya. Karena itu biarkanlah ia memperhatikan Allah dengan setengahnya yang lain (HR. Bukhari dan Muslim)

Janganlah kamu menikahi perempuan karena kecantikan mereka, sebab kecantikan mereka mungkin berbuah menjadi sesuatu yang merusak mereka. Atau karena kekayaan, sebab kekayaan ini dapat menjadikan mereka sombong. Tetapi nikahilah perempuan itu karena keteguhannya dalam memegang agama. (HR. Ibn Hamid)

Tentu saja hadist ini dimaksudkan bukan hanya untuk laki-laki tetapi juga diperuntukan untuk perempuan untuk mendapatkan laki-alaki saleh. Karena suami yang saleh akan menuntunnya untuk hidup atas dasar ajaranNya. Islam telah memberikan seperangkat pedoman yang membantu, bagaimana agar perkawinan menjadi sakinah, mawaddah dan rahmah.

Seorang perempuan dinikahi (salah satu dari) empat alasan; kekayaannya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pastikan kamu menikahinya dengan alasan agama. Jika tidak tanganmu pasti akan tertutup debu kesengsaraan.

(HR> Bukhari Muslim).

Begitu kuatnya Islam menjaga, mensucikan dan melindungi keluarga, karena sistem soaial dan peradaban Islam yang hendak dibangunnya, didasarkan pada sistem keluarga tersebut. Jika keluarga rapuh maka sosial peradaban Islam pun rapun. Sebaliknya bila keluarga kuat maka peradaban dan sistem Islam menjadi kuat dan kokoh.

  1. Masa Prenatal

Merupakan masa dalam kandungan seorang ibu. Dimulai pada saat pembuahan sampai dilahirkan. Benih dan iklim yang baik selama dalam kandungan sangat memiliki kaitan erat dengan kepribadian seorang anak. Kompetensi emosi, intelektual dan spiritual seorang anak dapat dibentuk sejak masa kehamilan.

Dalam penelitian terakhir disebutkan bahwa pada usia anak 4 bulan dalam kandungan, anak sudah dapat menengar apa yang terjadi di luar dinding perut ibunya. Dengan demikian stimulasi yang dapat meningkatkan potensi kebaikan pada anak dapat dioptimalkan.

Bahkan Rasulullah memberikan panduan lengkap. Bagaimana adab-adab pembuahan itu dilakukan. Kebiasaan-kebiasaan yang sebaiknya ketika mengandung, seperti membaca Al-Quran dengan maknanya., Mengajak bicara pada bayi ketika sedang mengandung, dan menjaga perbuatan, perkataan dan sikap tercela, dsb.

Fase-fase Perkembangan Janin

Q.S. Al-Haj:5

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan dari kubur, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan Kkamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudia berangsur-angsur kamu sampailah kepada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan ada pula diantara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, agar dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulu telah diketahuinya.”

“Dan sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari suatu saripati berasal dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati air mani yang disimpan dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Jami jadikan dia mahluk yang berbentuk lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik.” (QS.Al-Mukminun:12-14)

“Sesungguhnya salah seorang diantara kamu sekalian bertempat di dalam perut ibunya selama empat puluh hari sebagai air amani, kemudian menjadi segumpal darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari juga. Kemudian Allah mengutus seorang malaikat, lalu diperintahkan untuk menulis empat perkara; tentang rizkinya, ajalnya, kesengsaraannya, ataupun kebahagiannya.Setelah itu barulah malaikat meniupkan ruh kepada mahluk manusia itu.” (HR. Bukhari).

Tahapan perkembangan janin:

  1. Nutfah : dari masa konsepsi sampai dengan 40 hari
  2. Alaqah
  3. Mudhghah

Dari tinjauan kedokteran diperoleh bahwa perkembangan manusia pun terdiri dari 3 fase:

  1. Periode ovum
  2. Periode embrio
  3. Periode Janin

Ada empat aspek dasar yang sangat menentukan yang diperbuat ibu dan ayah bagi perkembangan janin, dan tentunya juga ketika telah terlahir ke dunia:

  1. Aspek fisik dan material, sesuatu yang berkenaan dengan menjaga kesehatan fisik, makanan dan gizi.
  2. Aspek moral, yakni pengaruh moralitas orangtua, terutama ibu, yang sangat menentukan bagi pembentukan moralitas bayi
  3. Aspek intelektual ibu, yang sangat menentukan bagi intelektual anak.
  4. Aspek spiritual, seperti ibadah yang dilakukan ibu, yang sangat menentukan bagi spiritualitas bayi.

Penelitian mutahir menunjukan bahwa keadaan fisik serta emosi seorang ibu dan sebagai akibat lingkungan pranatal yang diberikannya, mempunyai pengaruh penting dalam arah perkembangan janin serta kesehatan dan kemampuan penyesuaian diri anak.

Kalau demikian siapa yang harus menjadi guru dalam pendidikan pra lahir?

Tentu saja IBUnya. Ibu adalah guru yang utama dari seorang bayi.

Sekali waktu seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah:

“Siapakah orang yang harus paling aku hormati?” Rasulullah bersabda: “ibumu.” Sahabat tersebut mengulang pertanyaan yang sama seolah ragu dengan jawaban Rasulullah. Tetapi jawabannya sama, diulang sampai tiga kali; siapa lagi? Lalu Rasulullah saw., menjawab: Ayahmu”.

Rahasia apa yang sebenarnya terkandung dalam pernyataan Rasulullah tersebut. Hal ini menunjukan bahwa peran ibu tidak tergantikan oleh pihak manapun juga, dalam pemberian proses pembelajaran kepada anaknya, ketika anak-anak tersebut masih berwujud janin. Karena itulah kenapa surga ada di bawah telapak kaki ibu.

Sebutan ibu yang pertama berkaitan dengan transmisi spiritual seorang ibu pada anaknya.

Sebutan ibu yang kedua berkaitan dengan transmisi intelektual ibu pada anaknya.

Sebutan ibu yang ketiga berkaitan dengan tranmisi ahlaq ibu kepada anaknya.

Sebutan ayah yang keempat, berkaitan dengan tanggung jawab materil dan nafkah. Apakah yang diberikan adalah nafkah yang halal dan baik.

3.Masa Bayi-Anak

Bayi ketika dilahirkan berumur sekitar 36 s/d 40 minggu, dengan panjang sekitar 20-21 inci dan berat sekitar 3kg. Pada saat  lahirbayi  sudah tidak terikat lagi  dengan plasenta yang menghubungkan antara dirinya dengan ibunya. Dalam salahn satu teori psikologi 0tto Rank, menggambarkan kelahiran bayi sebagai suatu penghayatan yang dramatis. Putusnya tali pusat bayi tidak berarti putus secara biologis, akan tetapi putus pula secara psikologis; Dan jeritan tangisnya menandakan hal ini.

Suara azan dan iqamah yang didengar diyakini mampu menghilangkan kecemasan pada anak yang baru lahir sehingga secara psikologis mampu menenangkannya.

Hikmah dibalik azan dan iqamat:

  1. Diharapkan agar suara yang pertamakalididengar oleh seorang bayi yang baru lahir adalah kalimat yang mengagungkan Allah swt.
  2. Agar bayi terhindar dari tipu daya syetan yang mulai menggoda pada saat bayi lahir
  3. Melalui kalimat yang mengandung ajakan menuju kebaikan membantu penanaman syiar Islam sedini mungkin ke dalam jiwa anak, yang berpengaruh positif meskipun belum mengerti.

Adanya rangsangan sensorik yang diberikan kepada bayi sangat bermanfaat bagi optimalisasi fungsi saraf. Cortex, yakni lapisan tebal yang membentuk permukaan luar otak, terdiri dari beribu-ribu sel saraf yang dapat menerima impuls-impuls listrik. Bagian kortex telah memiliki fungsi-fungsi tertentu bahkan  mulai saat anak dilahirkan. Apabila diibaratkan komputer, cortex dari otak anak perlu diberi program sebelum dapat bekerja secsara efektif. Anak memperoleh program pada otaknya dari berbagai rangsangan sensorik yang berasal dari panca indra.

Hal lainnya yang harus diberikan kepada bayi:

  • Memberikan nama

Bagi bayi, nama yang diberikan secara psikologis akan melekat terus sepanjang hayatnya dan berpengaruh pada kepribadiannya. Nama hendaknya mengandung arti yang berdampak psikologis yang positif.

“ Pada hari kiamat, kamu semua akan dipanggil sesuai dengan nama-namamu dan nama-nama orang tuamu. Oleh karena itu, perbaikilah namanu.”

(HR. Imam Ahmad dan Abu Daud)

  • Mencukur rambut

“Setiap anak digadaikan dengan akikahnya. Pada hatri ketujuh disembelih(Akikah) untuknya, dicukur rambutnya dan diberi nama” (HR. Abu Daud)

  • Menyusui

“Para ibu hendaknya menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan`

Dalam ASI dikandung sarat dengan protein, vitamin, dan berbagai zat penting lainnya, yang sangat bermafaat bagi tumbuh kembangnya sel otak. Kegiatan menyusu juga akan membuat adanya keterikan fisik dan psikologis. Dan kualitas keterikatan yang dibentuk sangat ditentukan oleh cara ibu menyusui bayinya. Kontak fisik berupa pelukan, belaian, dan stimulasi kontak mata yang dilakukan ibu terhadap bayi yang menyusu akan meningkatkan reaksi psikomotorik anak disamping akan mengajarkan anak untuk melakukan kontak mata dan penyesuaian sosial terhadap orang-orang terdekatnya.

Inti pembelajaran pada anak salah satunya adalah:

HR. Al.Hakim;

“Hak seorang anak atas orang tuanya adalah: Orangtua hendaklah memberi nama yang   baik, memperbaiki ahlaknya, mengajari menulis, berenang dan memanah. Orangtua juga hendaknya tidak memberi (makan) pada anaknya kecuali dari rizki yang halal, dan menikahkan ketika sang anak sudah menginjak dewasa (baligh).


MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK MELALUI POLA ASUH DALAM MEMBESARKAN ANAK

Juni 12, 2009

MEMBENTUK CITRA DIRI YANG BAIK MELALUI POLA ASUH DALAM MEMBESARKAN ANAK

Oleh : Elia Daryati R

Orang tua adalah lingkungan pertama dan utama dalam kehidupan seorang anak. Dimana hal ini akan menjadi dasar perkembangan anak berikutnya. Karenanya dibutuhkan pola asuh yang tepat agar anak tumbuh berkembang optimal. Citra diri senantiasa terkait dengan proses tumbuh kembang anak berdasarkan pola asuh dalam membesarkannya.

Ada 4 tipe pola asuh dalam membesarkan anak:

Yaitu : otoriter, permisif, otoritatif dan tak peduli.

OTORITER

Yang dilakukan orang tua:

–         memberikan tuntutan yang sangat tinggi terhadap kontrol dan disiplin kepada anak, tanpa memperlihatkan ekspresi cinta dan kehangatan yang nyata.

–         Menuntut anak untuk mengikuti standar yang ditentukan tanpa mengizinkan anak untuk mengungkapkan perasaannya.

–         Ingin anak mengikuti kehendaknya tanpa banyak bertanya.

–         Menutup diri dan menolak adanya diskusi.

Pengaruhnya pada anak:

–         takut memperlihatkan hasil karyanya, karena takut dikritik yang akan diterimanya.

–         Tidak memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru.

–         Tidak memiliki masalah dengan pergaulan kenakalan remaja.

–         Tapi memiliki pribadi yang kurang percaya diri, ketergantungan dengan orang tua tinggi, dan lebih mudah mengalami stress.

PERMISIF

Yang dilakukan orang tua:

–         Cenderung menghindari konflik dengan anak.

–         Membiarkan anak untuk melakukan apa pun yang diinginkan oleh anak

–         Tak memberikan batasan yang jelas apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

–         Takut memberikan larangan karena dianggap terkesan tidak mencintai anak.

Pengaruhnya pada anak:

–         Merasa boleh berbuat sekehendak hatinya

–         Memiliki rasa kepercayaan diri dan kemampuan bersosialisasi yang cukup besar.

–         Namun akan mudah terseret pada bentuk kenakalan remaja dan memiliki prestasi sekolah yang rendah. Anak tidak mengerti norma-norma social yang harus dipenuhinya.

–         Anak menjadi bingung, karena ia merasa tidak salah tetapi mendapat penilaian buruk dari orang lain akibat kurangnya pemahaman terhadap norma yang dimilikinya.

TAK PEDULI

Orang tua sama sekali tidak peduli terhadap anak. Otomatis, tak ada kontrol maupun disiplin terhadap anak. Tak heran jika besarnya nanti anak menjadi individu yang bermasalah.

OTORITATIF

Yang dilakukan orang tua:

–         Memberi kontrol terhadap anak dalam batas-batas tertentu, dengan tetap memberikan dukungan, kehangatan dan cinta kepada anak.

–         Memonitor dan menjelaskan standar dengan tetap memberikan kebebasan kepada anak untuk berekspresi.

–         Menghargai prestasi yang telah dicapai anak, sekecil apa pun yang telah diperlihatkan oleh anak.

Pengaruhnya pada anak:

–         Merasa bahwa dia dihargai

–         Dapat berdiskusi dengan leluasa dengan orang tua tanpa takuit dikritik atau disalahkan.

–         Merasa bebas mengungkapkan kesulitannya, kegelisahannya kepada orang tua karena ia tahu bahwa orang tua akan membantu memberikan jalan keluar tanpa mendiktenya.

–         Tumbuh menjadi individu yang mampu mengontrol dirinya sendiri, betanggung jawab dan mampu bekerjasama dengan orang lain.

MENGAPA ANAK MENJADI BERPERILAKU ANTISOSIAL ?

Umumnya berasal dari keluarga yang tidak memiliki konsep dalam membesarkan anak. Kita akan mencoba mengintrospeksi diri, pada pola asuh yang membuat anak menjadi nakal, antara lain:

–         tidak mengajarkan norma ataupun memberikan contoh yang baik pada anak. Anak akan mudah berbohong, membangkan atau curang.

–         Menetapkan target yang terlalu tinggi; ingin anaknya serba sempurna dalam segala bidang, akibatnya anak menjadi tertekan dan frustrasi. Hingga sewaktu-waktu ia akan berontak, bisa berupa menjadi pendiam atau malah pemarah, pendendam, pemarah, suka membangkang, atau temper tantrum.

–         Serba membolehkan keinginan anak, sehingga anak tidak belajar memegang kendali dan selalu menuntut keinginannya terpenuhi dan pembangkang.

–         Tidak konsisten, kadang permisif, kadang otoriter atau kadang membiarkan.

HAL-HAL YANG DAPAT DILAKUKAN ORANG TUA DALAM MENGASUH ANAK

  1. Harus disertai kasih sayang
  2. Tanamkan disiplin yang membangun
  3. Luangkan waktu kebersamaan dengan keluarga
  4. Ajarkan salah benar
  5. Kembangkan sikap saling menghargai
  6. Perhatikan dan dengarkan pendapat anak
  7. Membantu mengatasi masalah
  8. Melatih anak mengenal diri sendiri dan lingkungnan
  9. Mengembangkan kemandirian
  10. Memahami keterbatasan pada anak
  11. Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga bermanfaat


Cerita Seputar UASBN dan US Kelas 6 Tahun Pelajaran 2008/2009

Juni 12, 2009

Cerita Seputar UASBN dan US Kelas 6 Tahun Pelajaran 2008/2009

Oleh : Maryam ( Koordinator  guru)

Alhamdulillah pelaksanaan UASBN yang berlangsung dari tanggal 11-13 Mei 2009 telah berjalan dengan lancar. Kegiatan ujian diikuti anak-anak dengan baik, hanya ada satu peserta ujian yang tidak bisa mengikutinya, yaitu Zahra Dhia Imtinan. Ia tidak bisa mengikuti ujian hari pertama untuk pelajaran bahasa Indonesia. Zahra harus mengikuti ujian susulan pada hari Senin, 18 Mei 2009 di SD Andir Kidul, sub rayon tempat SD MutiaraBunda menginduk. Ada juga mungkin yang tegang ketika ujian, hingga sakit perut dan muntah. UASBN kali ini diawasi oleh guru-guru dari sekolah lain. Satu hal yang menarik dari beberapa cerita anak-anak yang telah keluar ruangan adalah mereka bosan menunggu waktu selesai. Untungnya mereka diperbolehkan oleh pengawas untuk menggambar. Ada juga anak yang mengeluh karena pengawasnya “ngobrol” dengan pengawas lain. “Itukan mengganggu konsentrasi bu”, keluhnya. Tetapi ada juga anak yang malah senang ketika diajak ngobrol dengan pengawas ketika ujian tengah berlangsung.  “Jadi nggak bosen bu”, katanya.

Sebetulnya, para pengawas sudah mendapat pengarahan untuk tidak berbicara bahkan ngobrol dengan pengawas lain ketika ujian berlangsung.

Lain lagi cerita “seru” dari para guru SD Mutiara Bunda yang mengawas ujian di sekolah lain. Mereka mengatakan bahwa sebelum ujian dimulai, para pengawas mendapat pengarahan dari pihak penyelenggara. Salah satu pesannya  adalah para pengawas tidak perlu terlalu idealis melaksanakan prosedur dan peraturan pengawasan. Karena kasihan dengan anak-anak yang dikhawatirkan akan stress karena beban ujian berat. “Jika mereka sedikit mencontek, tidak apa-apa” kata wakil dari penyelenggara ujian tersebut. Kita semua prihatin dengan keadaan ini. Bisa diperkirakan efek akhir yang dilakukan akibat kebijakan tersebut bagi perkembangan karakter anak-anak itu nantinya. Bisa dimengerti jika karakter bangsa Kita seperti sekarang ini; mungkin salah satunya akibat dari kebijakan  yang salah dari pihak sekolah.

Setelah selesai UASBN para siswa kelas 6 langsung mengikuti US dari tanggal 14—16 Mei. Para pengawas ujiannya adalah guru-guru dari SD Mutiara Bunda sendiri. Alhamdulillah secara umum kegiatan US berjalan dengan lancar dan aman. Mereka diberi kesempatan untuk menggambar setelah selesai mengerjakan soal, menghindari ngobrol dengan siswa lainnya. Beberapa anak terlihat semakin kurang bersemangat, terlihat dari wajah dan geraknya. “Capek bu, harus bangun lebih pagi”, komentar seorang siswa. Bahkan ada yang sakit ketika mengikuti US. Oleh karena itu buat sakit, Jung dan Cia,  akan mengikuti US susulan.

Satu hal yang menjadi catatan penting adalah kejujuran anak-anak yang tidak luntur ketika menyelesaikan soal. Tidak ada laporan yang mengatakan para siswa saling memberikan contekan atau menanyakan jawaban kepada teman sebelahnya. Bahkan ada laporan pada saat Pra UASBN, seorang pengawas memberikan jawaban kepada seorang siswa, tetapi tidak dilakukannya. Ia hanya pura-pura mengikuti petunjuk pengawas tersebut. Setelah itu ia menghapus dan mengembalikan jawabannya seperti sebelumnya.


Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.