Open House SMP/SMA

Juni 12, 2009

Tulisan yang dimuat di PIKIRAN RAKYAT

Sekolah Mutiara Bunda Full of Uniqueness!

PADA Sabtu (30/05) lalu belia berkesempatan datang ke SMA Mutiara Bunda yang ada di kawasan Komplek Arcamanik Bandung. Ternyata di sekolah ini enggak hanya ada SMA-nya aja loh, ada SMP juga yang tergabung dalam satu kawasan gedung sekolah. Lingkungan sekolahnya asri dan teduh banget! Nah, saat belia ke sana, Sekolah Mutiara Bunda ini lagi ada acara Open House loh. Jadi sekalian deh belia nanya-nanya, apa sih yang jadi keunggulan sekolah ini?

“Sekolah ini adalah sekolah inklusi di mana kita bergabung dengan anak-anak yang bisa dibilang ‘tidak seperti kita’, mereka memiliki kekhususan sendiri, kita biasa menyebut mereka speciali needs. Nah kita bergabung dengan mereka dan juga berinteraksi dengan mereka. Hal ini juga yang menumbuhkan rasa percaya diri mereka karena kita tahu bahwa di luar sana terkadang orang-orang enggak mau mendekati mereka, tapi di sini kita tahu bahwa mereka istimewa dan memiliki kelebihan dari kita,” jelas Dwisa Andarini Respati, President of Student Association of Mutiara Bunda (SAMBA) atau yang lebih dikenal dengan OSIS.

Di sekolah ini ternyata anak berkebutuhan khusus atau ABK disatukan di dalam satu kelas dengan murid-murid lainnya. Hal ini pulalah yang menumbuhkan rasa saling peduli, menghargai, dan juga saling membantu antar anak yang lain. “Malah kalau mereka (baca: ABK) enggak masuk, siswa yang lain suka nanyain dan kangen sama si anak yang enggak masuk ini,” ujar Ibu Teti sang guru Bahasa Indonesia.

Selain sebagai salah satu sekolah inklusi, Mutiara Bunda ini ternyata memiliki banyak keunikan lainnya. Salah satunya adalah tentang seragam. Seragam bercorak kotak-kotak hijau ini ternyata hanya dipakai dua kali dalam seminggu! “Kalau SMA hanya make seragam hari Senin dan Selasa. Di luar hari itu, kita make baju bebas. Inilah uniknya, jadi kita bisa mengekspresikan sesuatu lewat penampilan kita,” sahut Dwisa yang akrab dipanggil Disa.

Setelah ditanya lebih lanjut, keputusan mengadakan seragam ini baru berjalan satu tahun loh! Sebelum ada seragam, siswa-siswi Mutiara Bunda dibebaskan memakai baju apa ke sekolah. Namun kemudian para siswanya sendiri yang berunding dan memutuskan untuk mengajukan adanya pengadaan seragam di sekolah ini. “Seenggaknya ada beberapa hari di mana kita enggak bingung mau make baju apa ke sekolah,” tambah Disa.

Kemudian belia mencari tahu, fasilitas apa aja sih yang ada di sekolah. Ternyata Mutiara Bunda ini memiliki fasilitas yang cukup untuk para muridnya. Dikatakan cukup, karena memang Mutiara Bunda tidak menampung banyak siswa. Satu kelas dimaksimalkan sebanyak 20 murid, jadi para guru bisa benar-benar memperhatikan masing-masing muridnya. Balik lagi ke fasilitas. Mutiara Bunda memiliki beberapa fasilitas, di antaranya lapangan, lab komputer, lab IPA, kantin, dan lain sebagainya. Namun fasilitas yang paling menarik perhatian belia adalah kantin. Ternyata di kantin ini para siswanya makan secara prasmanan, dan yang paling penting, enggak bayar! Iuran sekolah yang mereka bayar secara rutin ternyata sudah termasuk biaya makan siang di sekolah. Jadi di Mutiara Bunda enggak ada tuh istilahnya enggak makan siang lantaran enggak punya uang buat makan. Waah enak banget!

Selain kantin, ternyata ada lagi yang menarik perhatian belia, yaitu nama-nama kelas. Ada X honest, XI Gallant, dan XII Chivalry. Begitu juga kelas-kelas untuk siswa SMP-nya, ada fight, courage, sampai grand. Tau kesamaan nama masing-masing kelas? Yap, semuanya adalah kata sifat. Pihak sekolah bilingual ini memang sengaja menamakan kelas-kelas mereka dengan kata sifat. “Alasannya, yaa supaya sebagai penambah semangat siswanya aja!” ujar Ibu Teti. Jadi kalau di sekolah-sekolah lain penanda setiap kelas adalah berupa huruf atau angka, beda halnya dengan Mutiara Bunda ini.

Ada lagi yang perlu belia ceritain tentang sekolah ini, yaitu tentang program sekolah. Salah satu program sekolah yang ada adalah Research Project sebagai syarat mengikuti Evaluasi Hasil Belajar (EHB) khusus untuk kelas XI. Teknisnya bisa dibilang seperti mini skripsi dan ada sidangnya juga loh! Masing-masing siswa harus mengadakan suatu penelitian mengenai suatu hal di suatu kawasan yang sudah ditentukan. Untuk tahun ini kelas XI mendapat kebagian di Garut. “Jadi kita nginep selama 3 hari 2 malam di rumah sewaan. Kawasan penelitiannya dibagi dua, ada yang di kawasan pantai dan ada yang di pedesaannya. Nah kalau yang lagi enggak kebagian neliti, ada tugasnya, yaitu bantuin jualan ikan di deket pantai atau ngajarin anak-anak warga nyanyi,” Ujar Liliane Dwiyasputri atau yang akrab dipanggil Lily siswi kelas XI Gallant.

Wah, sebenernya masih banyak yang belia pengen ceritain tentang sekolah ini. Tapi kalau emang kamu pengen tau lebih banyak tentang sekolah ini, langsung dateng aja ke Jl. Padang Golf No. 11, Arcamanik, Bandung. Enggak ribet kok jalannya! Oke?***

yessica.bernadeta@yahoo.com

Penulis:


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.